
Welcome!
Selamat datang di Departemen Pilot dari IVAO Divisi Indonesia. Disini para pilot yang terbang di IVAO dapat mendapat beragam informasi terkait dengan operasional penerbangan mereka.
Sebelum dapat melakukan penerbangan di IVAO, para pilot diharuskan untuk mengerti dan memahami bagaimana menggunakan software IVAP yang selalu digunakan dalam melakukan penerbangan. Untuk prosedur bagaimana menggunakan IVAP tersebut dapat mengunduh panduannya dari SINI
Staf
| Flight Operations Coordinator (ID-FOC) | Yohanes Sugiarto | IVAO ID : 278833 |
| Flight Operations Assistant Coordinator (ID-FOAC) | Defril Arcanggi | IVAO ID : 280920 |
Visual Flight Rules
Controlled Airspace
Kelas A: hanya IFR yang diijinkan
Kelas C, D, E: jarak 1500m horizontal dan vertikal 1.000 kaki dan jarak pandang 8km di atas atau 10000ft atau 5 km di bawah 10000ft
Khusus VFR: Dalam controlled Airspace ATC bisa memberikan ijin untuk penerbangan di dalam kondisi cuaca yang tidak memenuhi kriteria VFR, jika diminta oleh pilot. Pilot harus memastikan penerbangan dilakukan jauh dari awan dan bahwa jarak pandang minimum adalah 3 km untuk pesawat (800m untuk helikopter). Untuk helikopter kecepatan harus memberikan waktu yang cukup bagi ATC untuk menghindari tabrakan.
Khusus VFR tidak diperbolehkan di Kelas E airspace.
Uncontrolled Airspace
Kelas G: sebagai untuk Kelas C, D, E jika di atas yang lebih tinggi dari 1000ft AGL atau dibawah 3000AMSL.
Jika di bawah 1000ft AGL atau 3000AMSL penerbangan harus jauh dari awan dan tanah haru terlihat dengan jarak pandang tidak kurang dari 5000m, tetapi radio harus tetap dimonitor dan melakukan pemberitahuan akan posisi.
# Helikopter sama seperti di atas kecuali di bawah 700ft AGL visibilitas 800m dan jauh dari awan:
1. Penerbangan dilakukan siang hari.
2. Pada kecepatan yang memungkinkan dan memberikan waktu untuk ATC untuk menghindari tabrakan.
3. Jika jarak kurang dari 10nm dari aerodrome dimana IFR approach telah disetujui,Broadcast dan Listening harus dipertahankan dan memastikan pemisahan vertikal 500ft dari pesawat yang kurang dari 10 nm dari Aerodrome dan sedang melakukan IFR approach.
VFR Cruising Altitude
| Magnetic Tracks | From 000 through East to 179 | From 180 through West to 359 |
| Cruising Altitudes (Area QNH) |
1,500 |
2,500 |
| Cruising Flight Level (1013 HPA) |
115 |
125 145 165 185 205 225 245 265 285 |
Transition Altitude is 11.000 ft
Transition Level is FL130
Kecepatan maksimum di bawah 10.000ft adalah 250kts, kecuali diperintahkan berbeda oleh ATC
IVAO VFR Flights menggunakan Squawk Code 1200*
IVAO IFR Flights menggunakan Squawk Code 2000*
* kecuali diperintahkan berbeda oleh ATC
Instrument Flight Rules
|
IFR berarti terbang dan bernavigasi ke tujuan dengan alat bantu seperti VOR, NDB dan intersection. Setiap penerbangan yang beroperasi dalam keadaan lain daripada yang ditetapkan dalam VFR merupakan penerbangan IFR.
Dalam dunia nyata, rencana penerbangan/flightplan harus dikirimkan sebelum memulai sebuah penerbangan IFR. Dalam IVAO rencana penerbangan/flightplan harus dibuat untuk semua penerbangan IFR atau VFR. |
|||||||||
|
IFR Cruising Level
|
|||||||||
|
|||||||||
| Transition Details and SSR Codes | |||||||||
|
Transition Altitude is 11.000 ft Kecepatan maksimum di bawah 10.000ft adalah 250kts, kecuali diperintahkan berbeda oleh ATC Cruising level di Transition Layer, antara FL110-FL130 tidak diperbolehkan IVAO VFR Flights menggunakan Squawk Code 1200* IVAO IFR Flights menggunakan Squawk Code 2000* * kecuali diperintahkan berbeda oleh ATC |
Pilot Ratings