
Welcome!
Selamat datang dan selamat bergabung di Special Operation divisi Indonesia. Kami menawarkan Special Operation Tour meliputi Military, Logistic Delivery, Formation Flight Wingman and Leader, Area Patrolling dan beberapa penerbangan lainnya.
Tugas penerbang Indonesia Special Operation bukan sekedar menerbangkan pesawat akan tetapi harus dipahami lebih dalam menjadikan alutsista tersebut sebagai medan pengabdian untuk menyelesaikan berbagai tugas apapun yang diemban.
Kematangan profesionalitas sebagai penerbang Special Operation menjadi suatu keharusan. Mahir dan trampil harus melekat dalam diri penerbang baik dalam operasi militer perang maupun dalam operasi militer selain perang.
Indonesia Special Operation saat ini diantaranya memiliki pesawat angkut militer F-27 Fokker dan CN-235 (Skadron Udara 2 Halim PK), C-130 Hercules (Skadron Udara 31 Halim PK), C-130 B Hercules (Skadron Udara 32 Abdulrachman Saleh Malang) dan CASA CN-212 (Skadron Udara 4 Abdulrachman Saleh Malang) yang difungsikan sebagai alat angkut transport taktis dan juga berfungsi ganda sebagai maritime surveillance (intai maritim). Sedangkan untuk pesawat tempur dalam rangka pertahanan dan keamanan Republik Indonesia, kita memiliki F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi SU-30.
Berikut adalah military base dari Departemen Special Operations divisi Indonesia:
1. Halim Perdana Kusuma – Jakarta (WIHH)
2. Adisucipto – Yogyakarta (WARJ)
3. Juanda – Surabaya (WARR)
4. Abdulrachman Saleh – Malang (WARA)
5. Sultan Syarief Kasim II – Pekanbaru (WIBB)
6. Hasanuddin – Ujung Pandang (WAAA)
Staff
Special Operations Coordinator (ID-SOC)
Steven Wadyamandala
IVAO ID : 281486
Special Operations Assistant Coordinator (ID-SOAC)
Riazy Aulia Ramadhan Harahap
IVAO ID : 278028

Indonesia Military Aircraft
F-16 Fighting Falcon Lockheed C-130 Hercules


Sukhoi SU-30 Boeing 737-200


Peraturan dan Regulasi
10.1 - Selamat datang di halaman mengenai Peraturan dan Regulasi Special Operations (SO) IVAO.
Departemen SO didirikan untuk mengatur dan mengawasi penggunaan jaringan IVAO untuk pesawat non-sipil. Hal ini termasuk aktivitas (walaupun tak dibatasi) Polisi, tim SAR (Search And Rescue), dan Militer.
10.2 - Individu (member) yang terbang menggunakan pesawat Polisi, SAR, maupun Militer, dan mengikuti peraturan ICAO mengenai prosedur normal sipil adalah bukan merupakan "Special Operations". Mereka bebas melakukan hal tersebut sepanjang mengikuti Peraturan dan Regulasi user IVAO.
10.3 - Dalam kegiatan training, latihan, atau operasi lainnya yang melibatkan beberapa member sekaligus dan/atau selain prosedur sipil normal, mereka harus menaati peraturan dan regulasi SO yang dapat dilihat pada halaman web Special Operations Departement. Untuk melakukan Operasi semacam ini yang meliputi terbang formasi, pengisian fuel di udara, misi Search and Rescue (SAR), latihan take off dan landing di kapal carrier, terbang rendah, simulasi AWACS, maupun operasi lainnya, yang bersangkutan harus mengajukan permohonan ijin dan memperoleh approval dari Executive Commitee.
10.4 - Sebelum anda memulai special operations, kami harap anda dapat menyimak kutipan (quote) berikut dari IVAO Mission Statement:
Sebagai simulasi aviasi dunia nyata yang bersifat "as real as it gets", kami menghindari, dengan segala cara, aktivitas simulasi tentang keterlibatan dengan konflik ethnik, politik dan religius yang terjadi di dunia nyata.
Kami juga tidak mengijinkan simulasi mengenai agresi perang. IVAO adalah jaringan untuk hiburan dan pendidikan, dimana seluruh penduduk dunia, tanpa terkecuali, dapat bergabung bersama IVAO untuk bergembira.
10.5 - Demi memenuhi tuntutan dari kutipan di atas, seluruh aktivitas tembak-menembak udara-ke-udara maupun udara-ke-darat sangat DILARANG di network IVAO. Network kami didirikan hanya untuk simulasi penerbangan dan ATC, bukan untuk simulasi peperangan. Bagi penggemar game perang, ada banyak game network lain di Internet yang dapat memuaskan keinginan anda.
Tips Terbang Formasi
Prosedur
Hanya satu pilot yang dipilih sebagai Leader dari formasi tersebut. Dia yang bertanggung jawab untuk komunikasi dengan ATC, menentukan flightplan dan mengirim ke ATC dan hanya leader dari formasi tersebut yg akan diberi squawk code dari ATC. Wingman hanya mengikuti Leader.
Garis besarnya seperti itu.
Leader/pimpinan formasi
Leader yang bertanggung jawab terhadap formasi tersebut. Berperan penting dalam navigasi, dia yang menentukan arah dan ketinggian, yang lain hanya mengikuti
Komunikasi
Leader yang akan berkomunikasi dengan ATC. Tapi dalam prakteknya, jika diperlukan dia bisa juga memberi perintah untuk arah kepada wingmannya pada frekuensi ATC. Walau demikian, diharapkan leader jangan terlalu banyak memberi instruksi yang nantinya akan mengganggu komunikasi pada frekuensi ATC yang bersangkutan.
Semua member dari formasi tersebut terus monitor pada frekuensi 131.1 dengarkan dan tunggu perintah dari leader. Leader akan cek apakah semua membernya lengkap. Leader akan memanggil dan menunggu konfirmasi dari masing2 member.
Misalnya, "Eagle formation checking in", wingman/member lain menjawab dengan "Bravo", "Charlie", "Delta". Atau "One", "Two", "Three". Bravo, charlie, delta tersebut merupakan nomor dari masing2 wingman. Bisa juga menggunakan callsign asli pada saat connect. Satu contoh lagi, misalnya connect ke IVAp sebagai EAGLE2, EAGLE3, EAGLE4. Leader akan memanggil "Eagle formation checking in", yang lain menjawab "EAGLE2", "EAGLE3", "EAGLE4".
Flight Plan
Seharusnya flight plan hanya dikirimkan oleh leader saja, dan yang lain mengikuti. Tapi karena hal ini tidak dapat di implementasikan pada IVAO, maka semua member dari formasi tersebut sebaiknya tetap mengirimkan flight plan. Pada flight plan leader diharapkan memberikan remark callsign formation flightnya apa, dan berikan jumlah pesawat yang ada dalam formasi tersebut. Contoh "Formation Flight / Callsign "Elang" / Leader formation / 2 Aircraft". Dan wingmannya juga mengirimkan flight plan, contoh " Formation Flight / Callsign "Elang" / Wingman / 2 Aircraft".
Squawk
Untuk squawk number, hanya leader dari formasi tersebut yang diberi oleh ATC. Yang lain maintain VFR squawk "1200". Ini untuk menghindari tidak terbacanya informasi penerbangan pada IVAc karena jarak yang berdekatan antara satu pesawat dengan yang lain pada formation flight.
Dan biasanya, pada layar controller akan selalu muncul Conflict Alert karena jarak yang berdekatan.
Jika pada uncontrolled area, atau tidak ada ATC yang bertugas pada saat itu, Leader dari formation flight tersebut bertanggung jawab untuk memberikan trafic advisory pada Unicom 122.8, yang lain hanya memonitor.
Pada uncontrolled area, atau diperbolehkan ATC untuk memonitor di UNICOM, leader diharapkan menghidupkan TCAS nya untuk mengantisipasi traffic lain yang ada disekitar formasi tersebut
Untuk Wingman/member dari formasi tersebut, Squawk tetap mode Charlie/on, tetapi TCAS boleh untuk tidak dinyalakan agar tidak terganggu dengan collision alert dari TCAS karena jarak yang berdekatan.
Boleh membuat channel khusus secara manual pada TS, untuk memberi perintah pada wingman (saling komunikasi), tetapi leader dan member dari formasi tersebut diharapkan tetap memonitor pada frekuensi 122.8 / frekuensi ATC yang bertugas dan membalas komunikasi dengan menggunakan text saja.
Formasi ini akan dikontrol / dianggap sebagai satu pesawat saja. Jadi hanya Leader yang akan diberi perintah oleh ATC, dan Leader juga yang menjawab. Yang lain mengikuti"
Jika ingin menggunakan voice untuk komunikasi ATC tapi tetap dapat berkomunikasi via voice dengan Pilot Wingman / member formasi, bisa menggunakan fitur "whisper" pada TS. Silahkan di set dulu whisper hanya untuk wingman / member formasi.
Tour / Event
Indonesia Special Operation Tour 2009 - Get The Challenge are release

Selamat terbang Captain dan terima kasih telah berpartisipasi di dalam IVAO Indonesia Special Operation Centre.